1 Years Latter (Part.1)
Author: GD_Taeyeonss
Genre: Relationship
Main Cast: Jessica (SNSD) and Kris (EXO)
Rating: Rating general
Jessica POV
Aku mengambil ponselku di meja belajarku. Alarm yang sangat berisik membuatku terbangun. "Sica-ssi? tumben sekali kau sudah bangun" gumam Taeyeon. Kutersenyum sambil membuka kordeng dan jendelanya. Hari ini tampak cerah, kuharap memang hari ini hari terbaik untukku. Tanpa kusadari, Taeyeon menghilang dengan sendirinya. Mungkin dia berpindah tempat. Sekarang giliran Sooyoung yang datang ke kamarku "Unnie-ya. boleh kau buatkanku makanan? aku sangat lapar. hihi" gumamnya begitu sampai dikamarku. "haish, masih pagi saja sudah mengemis minta makan" keluhku lalu beranjak pergi dari kamar.
Ketika aku sampai di dapur, aku tak melihat satu bahan makananpun dikulkas. "mwo? Taeyeon unnie tak menyediakan bahan makanan?" kagetku ketika melihat dikulkas hanya ada buah-buahan dan air mineral dingin. Lalu? apa aku harus membelinya sendiri? Baiklah kalau emang begitu baiknya. Aku berganti pakaian dan membawa uang yang sekiranya cukup untuk membeli bahan makanan.
Saat menunggu bus datang di halte. Seorang lelaki tinggi dan bisa dibilang tampan lewat dengan sombongnya. Aku hanya melihatnya sekilas karna tidak ingin terlalu peduli. Saat bus datang, aku ingin memasuki bus dia menarikku kebelakang dan masuk duluan. Aku tak mau mengomeli lelaki itu. Karna jika dia mengomelinya mungkin akan memperumit masalah. Kali ini laki laki itu kumaafkan, tapi kalau dia berulah lagi di bus. Tak akan kubiarkan dia hidup. Setelah laki-laki itu menaiki bus, giliran aku yang masuk. Mengantri dibelakangnya untuk mencari tempat duduk yang kosong. Jika saja SooYoung tidak memintaku unruk memberinya makan aku tak akan masak hari ini dan tak akan membelinya ke supermarket. Harusnya hari ini aku beristirahat dirumah, karna aku lelah setelah concert kemarin. Huh, SooYoung menyebalkan. Laki-laki itu mengambil tempat seorang anak kecil yang ingin duduk. Anak kecil itu menangis, aku yang menyaksikannya berfikir kalau laki-laki itu sangat keterlaluan "Ya! bisakah kau berlaku sopan pada anak kecil?" tanyaku membuatnya melirik kearahku dan melepas kacamatanya "mwo? apa aku salah?" tanya laki-laki itu. Laki-laki ini sungguh... membuatku emosi hari ini. "hello, bagaimana kalau kamu duduk bersama unnie?" tanyaku menghiraukan laki-laki itu dan bicara pada anak kecil itu "ne unnie, gomawo unnie yeopo" jawabnya menyudahkan tangisannya, aku melirik sekilas kearah laki-laki itu, laki-laki itu tampak tak peduli dan melihat kearah jendela. Jinjja, sombong sekali dia, kalau saja ini bukan tempat umum kan kubunuh dia sekarang juga. huh.
Kris POV
Aku mendengus ketika melihat kelakuan perempuan itu didepan anak kecil itu, sungguh bukan typeku, lagipula mengapa aku bisa diceramahkan oleh orang semacam dia? bukankah seharusnya aku yang menceramahinya karna sok didepan umum seperti ini? haha, sungguh lucu perempuan itu.
Aku kembali memfocuskan pandanganku keluar jendela. Ketika aku melihat sebatang pohon tinggi yang pernah kutinggali bersama ummaku saat aku masih kecil. Aku merindukan sosok umma, aku merindukan umma saat disisiku, dan saat umma meperhatikanku ketikaku sakit. hm... tapi umma sudah jarang sekali mempunyai waktu untukku saat ini.
Bus berhenti dan perempuan itu keluar dari bus. Ternyata anak kecil itu juga turun di halte ini. Aku sangat puas bus tidak ada perempuan itu lagi. Rasanya bus ini tidak menggelisahkan lagi, karna tidak ada yang melirik sinis kearahku lagi. Setiap menit perempuan itu selalu melirik sinis kearahku dan membuiatku tidak nyaman. Anak kecil tadi itu juga selalu membisiki perempuan itu dan firasatku mengatakan kalau mereka membisikan tentangku. Tapi entahlah, aku hanya memiliki firasat seperti itu
Beberapa menit kemudian, bus yang kutumpangi berhenti di halte tepat didepan aku bekerja. Aku turun dari halte itu. Tampak seorang perempuan tua ingin menaiki bus yang kutumpangi. Ketika ku perhatikan sekali lagi. "Umma..." gumamku, peremuan setengah baya itu menengok. "Kerise?" tanyanya. Aku tak bisa berlama di bus ini. Maka aku segera turun dan melihat umma dari halte. Umma yang kelihatannya tak peduli padaku lagi membuatku ingin memeluknya, aku sangat rindu padamu umma...
Aku berjalan menyebrangi lalu lintas yang ramai di kota Seoul itu sesuai rambu lalu lintas. Ketika lampu hijau bagi para penyebrang menyala aku menyebrang diatas Zebra Cross yang sudah disediakan pemerintah Seoul. Sekarang aku sudah didalam gedung tempatku bekerja. Aku menggesekan kartu tanda pekerjaku untuk membuka pintu gedung itu.
Sampailah aku diruanganku yang sudah ditempati oleh sakretarisku yang setia menungguku meski aku sering sekali izin telat "hari ini ada jadwal apa?" tanyaku pada sekretarisku "tak ada, sepertinnya hari ini kita hanya membuat laporan perkembangan saja, pak" jawab sekretarisku. "lalu, apa sudah ada perkembangan?" tanyaku lagi. Dia tidak menjawab, membuatku menjadi emosi. Menagap belum ada satu persenpun perkembangan diperusahaan ini? Aku menggaruk frustasi kepalaku yang tidak gatal. "nan otokhae? kalau belum ada satu persenpun peningkatan?" tanyaku frustasi pada sekretarisku "baiklah, karna tak ada yang perlu kita laporkan pada appa, lebih baik kau pulang saja, istirahat dan kembali datang jika sudah ada perkembangan diperusahaan ini!" perintahku emosi. Sekretarisku itu pergi meninggalkan ruanganku. Aku duduk frustasi menelpon cabang sana dan sini. Membuka laptop mencari email dari appa. Sungguh aku frustasi dengan hal semacam ini
Seperti ini dikantor membuatku stress, bahkan aku tidak makan dari pagi pada hari ini. Sudah pukul berapa ini? kenapa cepat sekali sudah pukul 23.00. Aku belum membuat laporan apapun pada hari ini. Ceroboh, ini karna aku tak pernah mengechek apa-apa tentang perusahan ini sejak satu bulan yang lalu. Bodoh kau Kris!
Jessica POV
Sudah larut, tapi aku gelisah dan tak bisa tidur malam ini. Entah mengapa aku merindukan kedua orang tuaku, kapan aku akan bertemu dengan mereka? Aku harap suatu saat aku dapat melihat dan memeluknya kembali. Sungguh aku rindu padamu umma, appa. Sudah beberapa bulan aku tak melihat orang tuaku, aku khawatir akan keadaanya, apa dia sudah tidur? aku ingin menelfonnya... tapi sudah larut, mungkin mereka sudah tidur.
Aku berdoa dan berharap Tuhan menenangkan perasaanku yang gelisah. Aku memaksakan mataku untuk tidur, dan mendengarkan lagu Dear Familly untuk membuatku mengantuk. Dan tak lama aku terlelap dalam mimpi. Mimpi hangat... saatku bersama keluargaku... omo, aku sangat merindukan mereka.
*bersambung*
Duh, mian ne. Kayanya ga akan bisa buat dilanjutin sampe abis sekarang. Tapi janji deh tanggal 14-06-2014 ada lanjutannya. Ditunggu ne chingu^^~!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar