Sabtu, 14 Juni 2014

One Years Latter (Ending)

Author: GD_Taeyeonss
Genre: Romance
Main Cast: Jessica (SNSD) and Kris (EXO)
General: Rating General

Jessica POV

Sungguh bosan, aku ingin sekali keluar dorm hari ini. Tapi tunggu, dengan siapa? Bukankah member lain sedang sibuk? Baiklah kali ini aku akan pergi bersama Kris.

Ketika keluar dorm, tak biasanya aku melihat jendela rumah Kris tertutup, pintunya terkunci rapat. Dan biasanya Kris selalu mendengarkan music kencang-kencang. Tapi... kali ini sepi hening tak ada suara apapun kecuali suara jangkrik. Rumah ini seperti sedang tak ada orang, aku bingung.

Kirim pesan Kris sekarang Sica! Aku mengambil ponselku dan mengirim pesan "Kris-ssi, kau dimana? mengapa rumahmu sangat sepi?" aku menekan tombol send untuk mengirim pesanku padanya. Sudah kutunggu setengah jam tak ada satupun jawaban darinya. Kemana dia sebenarnya? Mengapa dia tak dirumah? Apa dia ada urusan di kantornya? Mungkin.

Jessica kembali ke dorm. Aku segera beranjak mandi. Setelah mandi aku menunggu bus di halte. Mungkin saja aku harus berkeliling Seoul sendirian.

Perasaan khawatir melanda setelah satu jam pesanku belum juga dibalas. Dimana Kris-ssi? Setidaknya dia membalas pesanku yang sudah lama kukirim ini. Sungguh Kris-ssi benar-benar membuatku cemas.

Kris POV

Aku merindukan kota kelahiranku, tapi aku tak ingin pergi dari kota Seoul. Entahlah, perasaanku sangat tidak enak hari ini. Jinjja, aku tidak ingin pergi. Aku juga ingin izin pada Sica kalau aku akan pergi, mengapa semua ini dadakan? Wae? Semua ini membuatku frustasi!

Aku menatap keluar jendela. Wae appa memindahkanku ke cabang China? Ini membuatku gila. Gila!

Sampailah aku di China perjalanan melelahkan sungguh. Melelahkan bagi tubuhku... dan batinku. Apa appa sudah merencanakan semuanya dari awal? Mengapa dadakan?

Rumahku saat masih kecil tak terurus. Bukankah seharusnya umma menjaga rumah ini bukan pergi ke kota Seoul? untuk apa umma pergi ke kota Seoul? Bahkan sepertinya dia sudah tak menganggapku anaknya lagi.

Aku memasuki rumah yang seperti rumah kosong tak terurus. Selembar kertas kubaca. Isi yang sangat menyeramkan, aku ingin menangis membacanya. Apa appa menyuruhku kesini karna surat dari mereka ini? Mengapa aku sangat sedih?

Dear Kris...

Kerisse, mianhae, umma dan appa baru memberitahu... umma harus pergi dari rumah ini, untuk menjalani hidup baru umma. Appa menceraikan umma saat kau dinas ke kota Seoul. Surat ini umma tinggalkan dirumah ini, karna umma berharap suatu saat, kamu datang dan membaca surat umma ini. Untuk bisnis appamu, semoga lancar...

Salam manis, ummamu 

Kesunyian mulai datang dari hatiku. Appa dan umma cerai? Pikiranku kacau balau. Nyaris sofa didekatku kutendang karna emosiku.

Appa pabbo! Aku benci appa. Saat emosiku memuncak juga, pesan dari nomor tak dikenal masuk. Menanyakan dimana aku sekarang. Aku yakin ini Sica. Aku bingung harus menjawab apa. Otokhae?  haish jinjja "Mianhaeyo... aku pergi sejak siang tadi, dan baru bisa membalas pesanmu sekarang" setelah 15 menit pesan itu kukirim balasanpun masuk "jinjja? Apa kau pergi ke China?" "nde" Kini sudah tak bisa kutahan air mataku. Air mataku meleleh. "semoga kau nyaman di China :)" balasan Sica.

Jessica POV

Setelah satu tahun rumah Kris-ssi tak berpenghuni, aku hanya melewatinya. Kadang aku mengingat kejadian saat hari ke-dua waktu itu, Bagaimana bisa aku merindukan orang itu? Aku sangat merindukannya asal kau tau. Kapan dia akan kembali?

Suara langkah lumayan jauh dariku terdengar. "Sica-ssi" gumam pemilik suara langkah itu "K..Kris-ssi?" tanyaku tak percaya. Orang itu tersenyum memandangku. Aku hanya menatapnya kembali dengan mata berbinar, dan tersenyum. Kau kembali? Apa aku tak bermimpi? "ini aku, Kris-ssi" gumamnya meyakinkanku. Aku tersenyum dan berlari memeluk Kris "Kris-ssi" gumamku. Kris melepas kopernya dari genggamannya dan memelukku kembali "aku pasti kembali" jawabnya. Aku tersenyum lega. Kini, penyakit itu sudah sembuh. Aku sudah memeluknya, dan sudah melihatnya. Sungguh lega.

*End*

Yups, itulah ending ceritanya^^
Terlalu gantung kalau menurutku :\
Wkwk, enjoy deh ya^^
Salam GD_Taeyeonss ^^

One Years Latter (Part.3)

Author: GD_Taeyeonss
Genre: Romance
Main Cast: Jessica (SNSD) and Kris (EXO) 
General: Rating General 

Kris POV

Huh, apa ada makanan? lapar sekali. Appa selalu membuatku makanan pagi biasanya, tapi sepertinya hari ini appa kurang berselara untuk masak pagi ini. Kupikir karna urusannya belum selesai juga.

Setelah membuka kulkas, omo... tak ada makanan satupun. Aku mengambil jacket dan pergi lekas membeli makanan. Uang yang kubawa juga tidak banyak, cukup untuk ongkos dan makan raman. "Ya! Kris-ssi!" panggil Jessica. Aku menengok dia yang menggunakan celana jeans ketat dan jacket tebal "mwo?" tanyaku "kemana?" tanya Sica "makan ramen" jawabku singkat "ah ne, bagaimana kalau kita barsama-sama, kebetulan aku ingin mentraktir member ramen" usul Jessica. "ehm... boleh" jawabku mengangguk

berjalan-jalan bersama, makan bersama di restoran ramen tempat Sica-ssi dan teman-temannya berlangganan sangat seru. Sica dan teman-temannya sangat ramah dan baik, membuatku nyaman. nyaman sekali. Sehingga aku lupa dengan pekerjaanku. Tapi.... abaikanlah, aku sudah bosan dengan pekerjaanku itu.

Jessica POV

Kris tampak sangat diam disaat kita semua berkumpul, dia tampak bingung apa yang kami maksud. "Kris-ssi, bergabunglah, jangan hanya diam!" gumamku sambil tersenyum. Kris tersenyum "aku tak mengerti yang kalian maksud, mianhaeyo" jawabnya. Mungkin hanya aku yang mendengar, karna dia berbisik kecil dan suasananya saat itu sangat ramai. Dan hanya akulah yang paling dekat dengannya. Aku menepok lenganya "kau bisa bergabung walaupun aneh, daripada kau diam sendiri seperti orang pabbo?" gumamku pelan. Dia melirik kearahku.

Dia tersenyum, entah apa yang mebuat dia tersenyum sendiri. "ya~! kalian sedang berbicara tentang apa?" tanyanya mulai bergabung. Semua hanya diam "hm... tentang acara selanjutnya." jawabku "mwo? habis ini ada acara apa?" tanyanya mulai memasang muka penasaran yang membuatku ingin tertawa terbahk-bahak "menonton" jawabku singkat "mwo? kamu ga ngajak aku? cih jahat" gumamnya memasang muka ngambek. Semua tertawa serempak sedangkan dia memasang muka cemberut. "bailah kamu ikut bersama kami untuk pergi menonton" gumamku sambil menhan tawa, karna wajahnya yang sangat lucu saat itu "jinjjayo? woa... gomawo Sica-ssi!" jawabnya lagi sambil tersenyum manis

Omo... sungguh namja ini, sangat manis jika tersenyum. Tak kuduga, kufikir dia sangat dingin dan jutek. "Tapi... bagaimana pekerjaanmu?" tanyaku "sudahlah, abaikan. Aku tak peduli lagi dengan pekerjaanku. Sekarang aku ingin mencari hiburan" jawabnya sambil tersenyum.

Sungguh... kuyakin dia sangat tidak ingin diingatkan pada pekerjaanya saat ini. Pabbo, kenapa kau pabbo Sica-ssi?

"nde, boleh minta nomor telfonmu?" tanyaku "boleh saja" jawabnya. Dia memberikan nomor telfonnya, dan aku sangat puas sudah lumayan dekat dengannya. Semoga suatu saat akan lebih dekat lagi dari ini

Kris POV

Sepulangnya aku berjalan-jalan bersama Sica dan teman-temannya aku mendapat telfon dari appa. Kejadian saat itu yang masih membuatku sedih. Membuatku merasa menyesal baru mengenal Sica sekarang

Aku datang keruangan tempat appa bekerja "ne appa" "sudah packing itu pergi ke China sekarang?" tanya appa. Sungguh sulit untuk mengangguk saat ini. "su..dah" jawabku terpotong. "baiklah, pergi kesana dengan Pelayan Shin" gumam ayah. Pelayan Shin pergi keluar dari ruangan kerja ayah. Aku berjalan mengikuti Pelayan Shin dengan langkah berat sambil membawa tas gemblok dan koperku.

Bandara yang ramai, sangat ramai hingga aku merasa sesak disana. Tiba-tiba saja aku teringat pada kejadian pagi tadi. Aku ingin sekali memutar waktuku...
Dan, sekarang pesawatku sudah lekas terbang dari permukaan tanah. Sungguh berat meninggalkan Seoul pada hari semendadak ini...

*bersambung*

Ne^^ ini aku bikin bersambung biar greget aja sih :\ tapi mesti nunggu part.4nya ne^^ moga suka deh^^ gomawo^^ 

Jumat, 13 Juni 2014

One Years Latter (Part.2)

Author: GD_Taeyeonss

Genre: Romance 
Main Cast: Jessica (SNSD) and Kris (EXO)
Rating: Rating General

Jessica POV

Mimpi indah semalam membuatku tak ingin bangun dari tidurku. Ketika aku bangun keadaan ruangan sangat gelap. Aku melanjutkan tidurku, dan aku harap aku dapat memimpikan mereka lagi. Tapi nihil, aku tidak bisa tidur kembali. Ketika melihat roomateku sudah tidak ada diranjangnya, kufikir aku juga harus bangun "omo... kenapa dorm seperti tak ada penghuni?" gumamku "Taeyeon unnie!" panggilku. Tak ada sautan dari Taeyeon unnie. "Sunny-ah!" kini aku memanggil Sunny, namun Sunny juga tidak menyaut. Jika begini rasanya aku ingin sekali keluar dari dorm. 

Aku mengambil handuk dan lekas mandi segera. Selesai mandi dan sudah siap. Aku benar-benar terkejut... ketika melihat semua member menggunakan topi ulang tahun dan membawa kue tart. "Saengil chukae Sica!!!" serempak mereka. Aku terharu melihat kejadian ini. Nyaris saja air mataku meleleh. Tidak, bahkan sudah mengalir. "omo... aku kira kalian pergi tanpa mengajakku" gumamku sambil mengelap air mata. "aniya, ini kejutan" saut Seohyun. "Saengil chukaehamnida, saengil chukaehamnida, sangeil chukaehamnida Sica-ssi. Saengil chukaehamnida" suara Taeyeon yang sangat kusuka terdengar menyanyikan lagu itu. "omo... gomawo unnie-ya" kejutku "sekarang waktunya tiup lilin!" heboh Sunny. Aku melihat kearah Sunny, dan meniup lilin-lilin yang tertancap dikue tart itu. "yey!! saengil chukae unniee!!" heboh Yoona. Air mataku makin meleleh. omo... ini pesta ulang tahun paling mengejutkan bagiku.

"Unnie-ya, sebagai traktiran, kau harus membuatkan kami cupcake dan breakfast yang lezat sekali" gumam SooYoung. Anak ini selalu saja meminta aku untuk memasakan sesuatu. "baiklah" jawabku pasrah sambil tersenyum

Kris POV

Suara heboh dari dorm sebelah rumahku sangat berisik. Tidurku terganggu karna suara heboh mereka "omo... mereka ini heboh sekali!" kesal Kris. "tuan... anda dipanggl oleh appa anda" gumam pelayan yang bekerja dirumahku "baiklah, aku bersiap dulu" jawab Kris. Kris bangun dan mengambil handuknya lalu lekas mandi.

Kini aku terkena omel karna aku diangap tak menjaga dengan benar perusahaan appa. Aku sudah tak dapat berbuat apa-apa lagi, dan sekarang aku terkena omel dari appa. "Kris, kau sangat mengacaukan bisnis appa!" omel appa. "Jika appa sudah tak percaya padaku lagi, mengapa appa tidak mencari teman kerja lain saja?" tanyaku. Appa diam membeku seperti tak tau dia harus mengatakan apa. Aku pergi keluar rumah. Dan saatku keluar rumah angin sepoi-sepoi datang dan pemandangan segar menenangkanku. "Ya! kudengar tadi kau baru saja diomeli appamu" gumam seorang perempuan. ha? perempuan yang kemarin bertemu dengannya dibus "hm... bisinis appaku rusak. dan itu karna aku" jawabku "hm... arraseo. Lebih baik kau tenang dulu. Oh iya, sepertinya kau yang kemarin" "ya, aku ingat. kau yang kemarin mengomeliku dibus bukan?" tanyaku "hm... ne." jawab perempuan itu "Jessica" gumamnya sambil mengulurkan tangannya "Kris" jawabku tak menyambut tangan perempuan itu. Perempuan itu menarik tangannya dari hadapanku.

"Aku rasa, kau masih tersinggung dengan kata-kataku kemarin" gumam Jessica "hmm?" jawabku tak paham "ne, kata-kataku yang kurang kujaga kemarin." "ada apa membahas kemarin?" tanyaku "aku takut kau masih mengingatnya" jawab Jessica "tidak, lupakan saja" 

"ini.." gumamnya sambil memberikan satu botol pulpy orange "untuk apa?" tanyaku "jika kau emosi, akan lebih tenang jika kau minum" jawab Jessica. Aku tersenyum dan mengambil pulpy orange yang dia berikan. Jessica balas tersenyum. Aku meminum minuman yang diberikan Jessica. "oh ne, kau dari dorm sebelah bukan?" tanyaku "ne, aku dari dorm sebelah. wae?" tanya Jessica "ada apa kalian satu dorm berisik sekali?" tanyaku "ehm... geureu... habis merayakan ulang tahunku" jawabnya sedikit malu "mwo? woa... saengil chukae Jejes" ucapku "mwo? aniya, jangan panggil aku Jejes!" bentaknya "lalu aku harus memanggilmu apa?" tanyaku "Sica, chungbunhaeyo" jawabnya sambil tersenyum "ehm... saengil chukae Sica-ssi" ucapku sekali lagi. "omo... gomawo Kris-ssi" sautnya. Aku tersenyum. Ternyata perempuan ini emang baik, aku salah menilainya ternyata.

Jessica POV

Melihat Kris tersenyum memang berasa aneh. Kulihat dari wajahnya dia sosok yang jutek, dingin dan sombong. Tapi aku salah menilai, sekarang dia mengasih ucapan saengil chukae dan dia tersenyum, walaupun awalnya dia tampak dingin. "Sica-ssi, sepertinya aku harus masuk" gumam Kris. Aku tersenyum dan berkata "silahkan saja" 

Kris tersenyum ramah dan memasuki rumahnya. Sekarang dia sudah masuk. Aku pikir aku juga harus masuk kedalam dorm. 

"ehm... Sica unnie!" deham Seohyun. Aku menengok kearah Seohyun "mwo?" tanyaku polos sambil melepas sandal jepit "ya! unnie-ya sok polos. haha" senggol Sunny. Aku menatap bingung mereka berdua. Mereka melihat apa? Apa mereka tersambit petir? omo... itu tidak mungkin, hahaha.

*bersambung*

Inget kan Yeon bilang kalo Yeon janjinya tanggal 14 bulan 06? nah Yeon percepat ne... sekalian ngetest bisa ngeblog apa nggak. Hehe.

Jangan lupa comentnya nee^^ 
Gomawo^^ 

One Years Latter

1 Years Latter (Part.1) 


Author: GD_Taeyeonss
Genre: Relationship 
Main Cast: Jessica (SNSD) and Kris (EXO) 
Rating: Rating general

Jessica POV

Aku mengambil ponselku di meja belajarku. Alarm yang sangat berisik membuatku terbangun. "Sica-ssi? tumben sekali kau sudah bangun" gumam Taeyeon.  Kutersenyum sambil membuka kordeng dan jendelanya. Hari ini tampak cerah, kuharap memang hari ini hari terbaik untukku. Tanpa kusadari, Taeyeon menghilang dengan sendirinya. Mungkin dia berpindah tempat. Sekarang giliran Sooyoung yang datang ke kamarku "Unnie-ya. boleh kau buatkanku makanan? aku sangat lapar. hihi" gumamnya begitu sampai dikamarku. "haish, masih pagi saja sudah mengemis minta makan" keluhku lalu beranjak pergi dari kamar.

Ketika aku sampai di dapur, aku tak melihat satu bahan makananpun dikulkas. "mwo? Taeyeon unnie tak menyediakan bahan makanan?" kagetku ketika melihat dikulkas hanya ada buah-buahan dan air mineral dingin. Lalu? apa aku harus membelinya sendiri? Baiklah kalau emang begitu baiknya. Aku berganti pakaian dan membawa uang yang sekiranya cukup untuk membeli bahan makanan. 

Saat menunggu bus datang di halte. Seorang lelaki tinggi dan bisa dibilang tampan lewat dengan sombongnya. Aku hanya melihatnya sekilas karna tidak ingin terlalu peduli. Saat bus datang, aku ingin memasuki bus dia menarikku kebelakang dan masuk duluan. Aku tak mau mengomeli lelaki itu. Karna jika dia mengomelinya mungkin akan memperumit masalah. Kali ini laki laki itu kumaafkan, tapi kalau dia berulah lagi di bus. Tak akan kubiarkan dia hidup. Setelah laki-laki itu menaiki bus, giliran aku yang masuk. Mengantri dibelakangnya untuk mencari tempat duduk yang kosong. Jika saja SooYoung tidak memintaku unruk memberinya makan aku tak akan masak hari ini dan tak akan membelinya ke supermarket. Harusnya hari ini aku beristirahat dirumah, karna aku lelah setelah concert kemarin. Huh, SooYoung menyebalkan. Laki-laki itu mengambil tempat seorang anak kecil yang ingin duduk. Anak kecil itu menangis, aku yang menyaksikannya berfikir kalau laki-laki itu sangat keterlaluan "Ya! bisakah kau berlaku sopan pada anak kecil?" tanyaku membuatnya melirik kearahku dan melepas kacamatanya "mwo? apa aku salah?" tanya laki-laki itu. Laki-laki ini sungguh... membuatku emosi hari ini. "hello, bagaimana kalau kamu duduk bersama unnie?" tanyaku menghiraukan laki-laki itu dan bicara pada anak kecil itu "ne unnie, gomawo unnie yeopo" jawabnya menyudahkan tangisannya, aku melirik sekilas kearah laki-laki itu, laki-laki itu tampak tak peduli dan melihat kearah jendela. Jinjja, sombong sekali dia, kalau saja ini bukan tempat umum kan kubunuh dia sekarang juga. huh.

Kris POV

Aku mendengus ketika melihat kelakuan perempuan itu didepan anak kecil itu, sungguh bukan typeku, lagipula mengapa aku bisa diceramahkan oleh orang semacam dia? bukankah seharusnya aku yang menceramahinya karna sok didepan umum seperti ini? haha, sungguh lucu perempuan itu. 

Aku kembali memfocuskan pandanganku keluar jendela. Ketika aku melihat sebatang pohon tinggi yang pernah kutinggali bersama ummaku saat aku masih kecil. Aku merindukan sosok umma, aku merindukan umma saat disisiku, dan saat umma meperhatikanku ketikaku sakit. hm... tapi umma sudah jarang sekali mempunyai waktu untukku saat ini.

Bus berhenti dan perempuan itu keluar dari bus. Ternyata anak kecil itu juga turun di halte ini. Aku sangat puas bus tidak ada perempuan itu lagi. Rasanya bus ini tidak menggelisahkan lagi, karna tidak ada yang melirik sinis kearahku lagi. Setiap menit perempuan itu selalu melirik sinis kearahku dan membuiatku tidak nyaman. Anak kecil tadi itu juga selalu membisiki perempuan itu dan firasatku mengatakan kalau mereka membisikan tentangku. Tapi entahlah, aku hanya memiliki firasat seperti itu

Beberapa menit kemudian, bus yang kutumpangi berhenti di halte tepat didepan aku bekerja. Aku turun dari halte itu. Tampak seorang perempuan tua ingin menaiki bus yang kutumpangi. Ketika ku perhatikan sekali lagi. "Umma..." gumamku, peremuan setengah baya itu menengok. "Kerise?" tanyanya. Aku tak bisa berlama di bus ini. Maka aku segera turun dan melihat umma dari halte. Umma yang kelihatannya tak peduli padaku lagi membuatku ingin memeluknya, aku sangat rindu padamu umma... 

Aku berjalan menyebrangi lalu lintas yang ramai di kota Seoul itu sesuai rambu lalu lintas. Ketika lampu hijau bagi para penyebrang menyala aku menyebrang diatas Zebra Cross yang sudah disediakan pemerintah Seoul. Sekarang aku sudah didalam gedung tempatku bekerja. Aku menggesekan kartu tanda pekerjaku untuk membuka pintu gedung itu. 

Sampailah aku diruanganku yang sudah ditempati oleh sakretarisku yang setia menungguku meski aku sering sekali izin telat "hari ini ada jadwal apa?" tanyaku pada sekretarisku "tak ada, sepertinnya hari ini kita hanya membuat laporan perkembangan saja, pak" jawab sekretarisku. "lalu, apa sudah ada perkembangan?" tanyaku lagi. Dia tidak menjawab, membuatku menjadi emosi. Menagap belum ada satu persenpun perkembangan diperusahaan ini? Aku menggaruk frustasi kepalaku yang tidak gatal. "nan otokhae? kalau belum ada satu persenpun peningkatan?" tanyaku frustasi pada sekretarisku "baiklah, karna tak ada yang perlu kita laporkan pada appa, lebih baik kau pulang saja, istirahat dan kembali datang jika sudah ada perkembangan diperusahaan ini!" perintahku emosi. Sekretarisku itu pergi meninggalkan ruanganku. Aku duduk frustasi menelpon cabang sana dan sini. Membuka laptop mencari email dari appa. Sungguh aku frustasi dengan hal semacam ini

Seperti ini dikantor membuatku stress, bahkan aku tidak makan dari pagi pada hari ini. Sudah pukul berapa ini? kenapa cepat sekali sudah pukul 23.00. Aku belum membuat laporan apapun pada hari ini. Ceroboh, ini karna aku tak pernah mengechek apa-apa tentang perusahan ini sejak satu bulan yang lalu. Bodoh kau Kris!

Jessica POV

Sudah larut, tapi aku gelisah dan tak bisa tidur malam ini. Entah mengapa aku merindukan kedua orang tuaku, kapan aku akan bertemu dengan mereka? Aku harap suatu saat aku dapat melihat dan memeluknya kembali. Sungguh aku rindu padamu umma, appa. Sudah beberapa bulan aku tak melihat orang tuaku, aku khawatir akan keadaanya, apa dia sudah tidur? aku ingin menelfonnya... tapi sudah larut, mungkin mereka sudah tidur.

Aku berdoa dan berharap Tuhan menenangkan perasaanku yang gelisah. Aku memaksakan mataku untuk tidur, dan mendengarkan lagu Dear Familly untuk membuatku mengantuk. Dan tak lama aku terlelap dalam mimpi. Mimpi hangat... saatku bersama keluargaku... omo, aku sangat merindukan mereka.

*bersambung*

Duh, mian ne. Kayanya ga akan bisa buat dilanjutin sampe abis sekarang. Tapi janji deh tanggal 14-06-2014 ada lanjutannya. Ditunggu ne chingu^^~!