Genre: Romance
Main Cast: Jessica (SNSD) and Kris (EXO)
Main Cast: Jessica (SNSD) and Kris (EXO)
General: Rating General
Kris POV
Huh, apa ada makanan? lapar sekali. Appa selalu membuatku makanan pagi biasanya, tapi sepertinya hari ini appa kurang berselara untuk masak pagi ini. Kupikir karna urusannya belum selesai juga.
Setelah membuka kulkas, omo... tak ada makanan satupun. Aku mengambil jacket dan pergi lekas membeli makanan. Uang yang kubawa juga tidak banyak, cukup untuk ongkos dan makan raman. "Ya! Kris-ssi!" panggil Jessica. Aku menengok dia yang menggunakan celana jeans ketat dan jacket tebal "mwo?" tanyaku "kemana?" tanya Sica "makan ramen" jawabku singkat "ah ne, bagaimana kalau kita barsama-sama, kebetulan aku ingin mentraktir member ramen" usul Jessica. "ehm... boleh" jawabku mengangguk
berjalan-jalan bersama, makan bersama di restoran ramen tempat Sica-ssi dan teman-temannya berlangganan sangat seru. Sica dan teman-temannya sangat ramah dan baik, membuatku nyaman. nyaman sekali. Sehingga aku lupa dengan pekerjaanku. Tapi.... abaikanlah, aku sudah bosan dengan pekerjaanku itu.
Jessica POV
Kris tampak sangat diam disaat kita semua berkumpul, dia tampak bingung apa yang kami maksud. "Kris-ssi, bergabunglah, jangan hanya diam!" gumamku sambil tersenyum. Kris tersenyum "aku tak mengerti yang kalian maksud, mianhaeyo" jawabnya. Mungkin hanya aku yang mendengar, karna dia berbisik kecil dan suasananya saat itu sangat ramai. Dan hanya akulah yang paling dekat dengannya. Aku menepok lenganya "kau bisa bergabung walaupun aneh, daripada kau diam sendiri seperti orang pabbo?" gumamku pelan. Dia melirik kearahku.
Dia tersenyum, entah apa yang mebuat dia tersenyum sendiri. "ya~! kalian sedang berbicara tentang apa?" tanyanya mulai bergabung. Semua hanya diam "hm... tentang acara selanjutnya." jawabku "mwo? habis ini ada acara apa?" tanyanya mulai memasang muka penasaran yang membuatku ingin tertawa terbahk-bahak "menonton" jawabku singkat "mwo? kamu ga ngajak aku? cih jahat" gumamnya memasang muka ngambek. Semua tertawa serempak sedangkan dia memasang muka cemberut. "bailah kamu ikut bersama kami untuk pergi menonton" gumamku sambil menhan tawa, karna wajahnya yang sangat lucu saat itu "jinjjayo? woa... gomawo Sica-ssi!" jawabnya lagi sambil tersenyum manis
Omo... sungguh namja ini, sangat manis jika tersenyum. Tak kuduga, kufikir dia sangat dingin dan jutek. "Tapi... bagaimana pekerjaanmu?" tanyaku "sudahlah, abaikan. Aku tak peduli lagi dengan pekerjaanku. Sekarang aku ingin mencari hiburan" jawabnya sambil tersenyum.
Sungguh... kuyakin dia sangat tidak ingin diingatkan pada pekerjaanya saat ini. Pabbo, kenapa kau pabbo Sica-ssi?
"nde, boleh minta nomor telfonmu?" tanyaku "boleh saja" jawabnya. Dia memberikan nomor telfonnya, dan aku sangat puas sudah lumayan dekat dengannya. Semoga suatu saat akan lebih dekat lagi dari ini
Kris POV
Sepulangnya aku berjalan-jalan bersama Sica dan teman-temannya aku mendapat telfon dari appa. Kejadian saat itu yang masih membuatku sedih. Membuatku merasa menyesal baru mengenal Sica sekarang
Aku datang keruangan tempat appa bekerja "ne appa" "sudah packing itu pergi ke China sekarang?" tanya appa. Sungguh sulit untuk mengangguk saat ini. "su..dah" jawabku terpotong. "baiklah, pergi kesana dengan Pelayan Shin" gumam ayah. Pelayan Shin pergi keluar dari ruangan kerja ayah. Aku berjalan mengikuti Pelayan Shin dengan langkah berat sambil membawa tas gemblok dan koperku.
Bandara yang ramai, sangat ramai hingga aku merasa sesak disana. Tiba-tiba saja aku teringat pada kejadian pagi tadi. Aku ingin sekali memutar waktuku...
Dan, sekarang pesawatku sudah lekas terbang dari permukaan tanah. Sungguh berat meninggalkan Seoul pada hari semendadak ini...
*bersambung*
Ne^^ ini aku bikin bersambung biar greget aja sih :\ tapi mesti nunggu part.4nya ne^^ moga suka deh^^ gomawo^^
Jessica POV
Kris tampak sangat diam disaat kita semua berkumpul, dia tampak bingung apa yang kami maksud. "Kris-ssi, bergabunglah, jangan hanya diam!" gumamku sambil tersenyum. Kris tersenyum "aku tak mengerti yang kalian maksud, mianhaeyo" jawabnya. Mungkin hanya aku yang mendengar, karna dia berbisik kecil dan suasananya saat itu sangat ramai. Dan hanya akulah yang paling dekat dengannya. Aku menepok lenganya "kau bisa bergabung walaupun aneh, daripada kau diam sendiri seperti orang pabbo?" gumamku pelan. Dia melirik kearahku.
Dia tersenyum, entah apa yang mebuat dia tersenyum sendiri. "ya~! kalian sedang berbicara tentang apa?" tanyanya mulai bergabung. Semua hanya diam "hm... tentang acara selanjutnya." jawabku "mwo? habis ini ada acara apa?" tanyanya mulai memasang muka penasaran yang membuatku ingin tertawa terbahk-bahak "menonton" jawabku singkat "mwo? kamu ga ngajak aku? cih jahat" gumamnya memasang muka ngambek. Semua tertawa serempak sedangkan dia memasang muka cemberut. "bailah kamu ikut bersama kami untuk pergi menonton" gumamku sambil menhan tawa, karna wajahnya yang sangat lucu saat itu "jinjjayo? woa... gomawo Sica-ssi!" jawabnya lagi sambil tersenyum manis
Omo... sungguh namja ini, sangat manis jika tersenyum. Tak kuduga, kufikir dia sangat dingin dan jutek. "Tapi... bagaimana pekerjaanmu?" tanyaku "sudahlah, abaikan. Aku tak peduli lagi dengan pekerjaanku. Sekarang aku ingin mencari hiburan" jawabnya sambil tersenyum.
Sungguh... kuyakin dia sangat tidak ingin diingatkan pada pekerjaanya saat ini. Pabbo, kenapa kau pabbo Sica-ssi?
"nde, boleh minta nomor telfonmu?" tanyaku "boleh saja" jawabnya. Dia memberikan nomor telfonnya, dan aku sangat puas sudah lumayan dekat dengannya. Semoga suatu saat akan lebih dekat lagi dari ini
Kris POV
Sepulangnya aku berjalan-jalan bersama Sica dan teman-temannya aku mendapat telfon dari appa. Kejadian saat itu yang masih membuatku sedih. Membuatku merasa menyesal baru mengenal Sica sekarang
Aku datang keruangan tempat appa bekerja "ne appa" "sudah packing itu pergi ke China sekarang?" tanya appa. Sungguh sulit untuk mengangguk saat ini. "su..dah" jawabku terpotong. "baiklah, pergi kesana dengan Pelayan Shin" gumam ayah. Pelayan Shin pergi keluar dari ruangan kerja ayah. Aku berjalan mengikuti Pelayan Shin dengan langkah berat sambil membawa tas gemblok dan koperku.
Bandara yang ramai, sangat ramai hingga aku merasa sesak disana. Tiba-tiba saja aku teringat pada kejadian pagi tadi. Aku ingin sekali memutar waktuku...
Dan, sekarang pesawatku sudah lekas terbang dari permukaan tanah. Sungguh berat meninggalkan Seoul pada hari semendadak ini...
*bersambung*
Ne^^ ini aku bikin bersambung biar greget aja sih :\ tapi mesti nunggu part.4nya ne^^ moga suka deh^^ gomawo^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar